Paparan program semester II SMP-SMA Bias Yogyakarta

Paparan program semester 2 Sekolah Bias Yogyakarta dilaksanakan pada hari sabtu 8 februari 2020  untuk jenjang SMP dan SMA setelah beberapa pekan sebelumnya dilaksanakan untuk jenjang di bawahnya. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung bawah SMA BIAS Yogyakarta berlangsung dengan santai namun penuh dengan keseriusan serta keantusiasan dari para wali siswa yang ingin mendengarkan uraian program pendidikan di Sekolah Bias untuk putra-putri tercintanya pada semester genap tahun ini.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB setelah sebelumnya para wali siswa registrasi seperti biasa. Untuk sesi pertama, dikhususkan paparan untuk wali siswa jenjang SMA. Untuk jenjang SMP dilaksanaka setelahnya.

Para wali siswa diberikan kalender akademik dari sekolah untuk sama-sama mengetahui agenda yang akan dijalankan di semester ini. Ibu Andari Harnito, M.B.A. sebagai salah salah satu pengajar SMA Bias Yogyakarta memberikan pengantar untuk wali siswa kemudian rincian agenda disampaikan oleh Bapak Saryanto, S.Pt.

Acara yang rutin dilaksanakan setiap awal semester diharapkan mampu menjadi media komunikasi yang komprehensif antara pihak sekolah dengan wali siswa. “Dengan komunikasi yang intensif antara lembaga dan wali siswa, sinkronisasi program pendidikan akan berjalan dengan baik”. “Kemauan wali siswa dan lembaga juga dikomukasikan melalui media pertemuan ini”, lanjut Ustazah Kristin.

Keakraban Siswa BIAS Yogyakarta dengan Bersepeda Gembira

Sabtu, 25 Januari 2020 SMP dan SMA BIAS Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan keakraban dengan bersepeda santai ke Stadion Sultan Agung Bantul yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dengan Sekolah BIAS Yogyakarta. Diawali dengan Sholat Shubuh berjamaah, siswa-siswi SMP maupun SMA BIAS melanjutkan kegiatannya dengan persiapan yang matang termasuk pengecekan kebugaran sepeda masing-masing.

Dengan menempuh perjalanan selama 30 menit, tepat pukul 06.00 WIB, siswa-siswi sampai di Stadion Sultan Agung dan dilanjutkan sarapan pagi. Selepas sarapan, seperti biasa, siswa BIAS melakukan IKRAR kemudian dilanjutkan dengan game.

Tujuan yang ingin dicapai dengan terselenggaranya kegiatan seperti ini adalah untuk membangun kenyamanan bersosialisasi antar individu siswa BIAS. Bila kenyamanan bersosialisasi telah terbangun, iklim kondusif yang tercipata, dengan sendirinya belajar menjadi hal yang menggembirakan dan memudahkan.

Rapat Anggota Tahunan KSPPS Bina Martabat Insani

Pada hari sabtu 25 Januari 2020, KSPPS Bina Martabat Insani menyelenggarakan rapat anggota tahunan. Bertempat di Bias Dome, acara berlangsung dengan khidmat yang dihadiri stakeholder instansi kepemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pokok isue yang disampaikan antara lain pemeringkatan prestasi koperasi yang ada di Kota Yogyakarta. Alhamdulillah, KPPS BMT Bina Martabat Insani, masuk kategori 45 KPPS Berkualitas tingkat Kota Yogyakarta.

Pertanian dan Revolusi Industri 4.0

Pada rentang usia 1-12 tahun, merupakan fase yang tumbuh kembang anak paling optimal. Fase anak dibagi dalam fase kecil (1-6 tahun) dan fase besar (7-12 tahun). Pada fase inilah banyak hal yang dipelajari oleh anak yang membentuk karakter ketika dewasa kelak. Ada beberapa aspek yang dapat dieksplorasi oleh anak. Tak melulu soal pendidikan formal yang terkesan kaku, anak juga perlu transfer pengetahuan mengenai alam sekitar hingga soal pertanian yang pernah menjadi gagasan utama bangsa ini.

Sekolah BIAS berusaha dengan keras untuk membimbing siswa untuk menemui ciri otentiknya. Banyak hal yang diperkenalkan, salah satunya  adalah pertanian. Kegiatan ini kerap dilaksanakan supaya siswa tak jenuh dengan suasana kelas nan teoritis yang cenderung kaku.

Di era modern yang erat dengan kemegahan, kadang bertani dianggap hal yang remeh dan kuno. Maka, anak perlu diperkenalkan dengan benar apa itu bertani. Dengan kemajuan pada era 4.0, bertani juga dapat dilakukan dengan efektif berkat kerja sains yang mumpuni. Perkembangan seperti ini yang perlu dilekatkan pada anak pada usia perkembangan. Selain mengubah perspektif mengenai pertanian, dengan tingkat curiosity atau keingintahuan yang tinggi mengenai bio teknologi, kedepannya anak dapat menghargai profesi  bertani serta kembali menjadikan pertanian sebagai isu pokok yang produktif.