Menyambut Hari Raya Idul Adha dengan Ragam Amalan Sunnah dan Makna Ibadah Kurban

Menyambut Hari Raya Idul Adha dengan Ragam Amalan Sunnah dan Makna Ibadah Kurban

Sebentar lagi kita akan bertemu lagi dengan Hari Raya Idul Adha di tahun ini. Mari kita bersiap-siap menyambut hari raya ini dengan gembira!

Sebelum melangkah masuk ke hari raya Idul Adha, umat muslim disunnahkan berpuasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah). Anjuran menunaikan puasa sunnah ini dapat menghapus dosa setahun untuk puasa Tarwiyah, sedangkan puasa Arafah (bagi yang tidak berhaji) akan menghapus dosa dua tahun (setahun yang lalu dan setahun yang akan datang).

Pada hari raya Idul Adha, ada salah satu amalan sunnah lainnya, yaitu umat muslim disunnahkan tidak makan sebelum salat id agar dapat memakan daging kurban setelah disembelih.

“Apabila datang hari raya Idul Fitri, maka makanlah sebelum keluar (untuk shalat Idul Fitri). Dan apabila datang hari raya Idul Adha, maka janganlah makan sebelum kalian kembali (dari shalat Idul Adha), agar kalian makan dari kurban kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat id dilaksanakan dengan mengumandangkan takbir zawaid. Kemudian selesai salat, umat muslim harus tetap duduk untuk mendengarkan khutbah sampai selesai. Selesai salat, dilanjutkan dengan ibadah kurban sebagai pelaksanaan amalan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah). Kurban berlangsung selama tiga hari, yaitu pada hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dengan batas waktu penyembelihan sebelum matahari terbenam di hari terakhir. 

Anjuran berkurban sangat dianjurkan (bagi yang mampu) untuk dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Bagi orang yang berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong kuku mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai kurban.

Ketika berkurban, kita diajarkan bahwasanya bukan hanya harta serta hewan ternak yang dikorbankan, melainkan ego dan keinginan pribadi yang dikesampingkan untuk menaati Allah SWT. Harta yang kita dapat merupakan titipan dari Allah dan terdapat hak milik orang lain di dalamnya. Maka, cara membersihkan harta kita dari sifat kikir adalah dengan berkurban. Potongan daging yang dibagikan kepada orang-orang nantinya akan memupuk rasa peduli pada sesama serta meringankan beban dari orang yang kurang mampu.

Berkurban bukan berarti hanya menyembelih hewan lalu membagikan dagingnya kepada orang-orang. Ibadah kurban dilakukan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengasa

h kepedulian sosial, dan sebagai teladan ketakwaan Nabi Ibrahim AS. Melalui cara ini, umat islam meneladani sikap Nabi Ibrahim AS agar selalu memperkuat iman dan keyakinan kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Dengan memahami rangkaian amalan sunnah dan makna ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha, kita diajak menyambut hari raya dengan persiapan terbaik. Semoga Idul Adha tidak berlalu begitu saja menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi momentum bagi umat muslim untuk memperkuat iman, meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS, dan menyebarkan kebahagiaan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha! Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.