“Kebijakan Corona” di Sekolah Bina Anak Sholeh Yogyakarta


Wabah corona yang masuk kategori pandemi tak ayal menjadi issue yang mesti disikapi oleh seluruh elemen, termasuk BIAS sebagai sebuah lembaga pendidikan.
Bagaimana BIAS menjawab corona ini?
1. Forum Dialog: “Bijak Mensikapi Issue Corona” bersama Pakar.
Forum ini mempertemukan seluruh wali siswa BIAS dengan Bp. Trisno Agung Wibowo, S.K.M., M.Kes, dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY, tanggal 11 Maret 2020 bertempat di Grhatama Pustaka Yogyakarta.
2. Belajar di rumah untuk siswa .
Belajar di rumah bagi seluruh siswa, dengan model pembelajaran on line selama 2×40 menit bagi siswa Batita, Play Group, TK dan SD, dan 3×40 menit bagi siswa SMP-SMA Bias Boarding School, menggunakan aplikasi zoom clouding meeting dan google class room.
3. Membagikan Lembar Kerja Siswa.

Selain hal di atas, ustadz/ah, karyawan dan manajemen bergerak bersama secara cepat sesuai penugasannya.
1. Sterilisasi semua kelas dan lingkungan sekolah.
Pembongkaran , penyemprotan, dan penataan kembali semua barang, untuk memastikan bahwa lingkungan sekolah bersih dan sehat.
2. Penyiapan perangkat pembelajaran KBM on line, diawali bimbingn teknis, gladi, uji coba, hingga diluncurkannnya KBM on line.
3. Pengaturan penugasan ustdz/ah dan karyawan untuk siaga di sekolah, dengan pemberlakuan SOP PHBS dengan ketat.
4. Pendistribusian vitamin C, makan siang sehat kaya protein dan pendistribusian beras bagi seluruh ustadzah dan karyawan.

Hal hal di atas dilakukan, sebagai ikhtiar agar Sekolah BIAS tetap bisa memberikan layanan pendidikannya bagi sekitar 800 siswa, dengan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi semua yang terlibat dan bertugas di masa tanggap darurat corona.

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.