FENOMENA PANDEMI COVID-19

 ۖإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوافَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

 
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau
yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa
perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah
maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang
yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya
petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.
(Q.S. Al-Baqoroh 26)
 
Ikhtisar
Ayat ini menyasar orang-orang munafiq. Orang munafiq sering mempertanyakan ayat-ayat
Al-Quran. Bukan karena tak paham pada ayat, tetapi tidak menerima (ayat dianggap tidak
logis atau tidak rasional). Bagaimana mungkin kitab Al-quran yang diagungkan, malah
membicarakan binatang yang remeh seperti nyamuk, bahkan lebih rendah atau kecil dari
nyamuk.
 
            Peristiwa corona (virus covid-19) membuktikan hal itu. Bagaimana Allah membuktikan
kuasa-Nya. hampir semua negara geger karena virus yang sangat kecil itu. Semoga peristiwa
corona ini menjadi jalan kembalinya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Quran
karena ketidakrasionalannya.
 

Salam,

Bu Lilik

Sumber: Kajian Tafsir Ibnu Katsir oleh K.H. Abdul Wahid Hasyim

Perintah Thoharoh Al-Maidah Ayat 6 Bagian II

Hubungi Kami
Lembaga Pendidikan Islam Terpadu
Bina Anak Sholeh Yogyakarta

Komplek Perkantoran BIAS  Jl. Wirosaban Barat No. 6
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta 

Telepone 0274 – 410 350
Email Sibibias@gmail.com